
Presiden terpilih Prabowo Subianto tiba di lokasi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan mengikuti sidang paripurna MPR pengucapan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Visi besar pasangan Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara menjadi salah satu fokus utama dalam program kepemimpinannya. Pada poin ke-9 dari visi misi mereka, tercermin komitmen untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh dan mandiri di tengah dinamika global yang terus berubah.
Tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan militer, tetapi juga melibatkan isu-isu strategis lainnya seperti keamanan siber, diplomasi internasional, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta geopolitik.
Untuk merealisasikan visi tersebut, diperlukan langkah-langkah prioritas dan pemenuhan sejumlah prasyarat demi memastikan keberhasilannya.
Penguatan pertahanan dan keamanan Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan utama. Pertama, keterbatasan anggaran pertahanan sering kali menjadi batu sandungan, terutama karena kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur turut membutuhkan perhatian besar. Ini menuntut adanya efisiensi dan strategi penggunaan anggaran yang lebih baik serta tepat sasaran.
Namun, Prabowo-Gibran berkomitmen untuk menaikkan anggaran pertahanan secara bertahap sebagai bagian dari upaya modernisasi dan penguatan militer Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat program-program peningkatan kemampuan militer dan pengadaan alutsista yang lebih canggih.