Ikuti Arahan Presiden, Pramono Gelar Kerja Bakti Serentak di Jakarta Libatkan 171.134 Orang

Ikuti Arahan Presiden, Pramono Gelar Kerja Bakti Serentak di Jakarta Libatkan 171.134 Orang

Ikuti Arahan Presiden, Pramono Gelar Kerja Bakti Serentak di Jakarta Libatkan 171.134 Orang (Danandaya Arya)

 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar kerja bakti serentak menindaklanjuti arahan presiden Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Dalam kegiatan ini, sebanyak 171.134 orang mengikuti kerja bakti serentak.

1. Kerja Bakti Serentak

Hal ini disampaikan gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meninjau pelaksanaan kerja bakti bertajuk ‘Jaga Jakarta’ di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026). Ketua Umum Palang Merah Indonesia, (PMI) Jusuf Kalla, turut menghadiri kegiatan tersebut, 

“Tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang di semua wilayah,” ucap Pramono kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kerja bakti ini ini dilaksanakan secara serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Ia mengatakan, salah satu pihak yang mendukung kegiatan ini adalah PMI.

“Terus terang, salah satu inisiator acara ini adalah PMI, dalam hal ini PMI Pusat Pak JK. Beliau secara konkret memberikan bantuan kepada Jakarta berupa cangkul, kemudian sekop, gerobak, dan karung yang digunakan di 44 kecamatan, 267 kelurahan,” ucapnya.

Pramono menegaskan, kegiatan bersih-bersih ini akan rutin dilaksanakan. Hal ini agar Jakarta menjadi lebih bersih dan menciptakan rasa nyaman untuk warga.

“Kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin karena kita memang ingin membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman,” katanya.

Pandji Pragiwaksono Bakal Sampaikan Ini ke Polisi Terkait Penistaan Agama

Pandji Pragiwaksono Bakal Sampaikan Ini ke Polisi Terkait Penistaan Agama

Pandji Pragiwaksono penuhi panggilan Polda Metro Jaya (Foto: Ari Sandita/Okezone)

Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan klarifikasi atas dugaan kasus penistaan agama dalam program Mens Rea pada Jumat (6/2/2026). Pandji bakal menyampaikan hasil pertemuannya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke polisi dan mempertanyakan siapa saja yang melaporkannya.

“Kalau ditanya kita sampaikan (hasil dialog dengan MUI), kalau tidak ditanya kita sampaikan juga, cerita-cerita saja, ngobrol saja,” ujar pengacara Komika Pandji, Haris Azhar, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, selain menyampaikan hasil pertemuan dan dialognya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), pihaknya juga bakal mempertanyakan siapa saja yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, ada sekitar 5 laporan dan 1 aduan yang masuk polisi soal pernyataan Pandji dalam program Mens Rea.

“Makanya, kita datang pagi ini, kita nanti coba ngobrol, termasuk poinnya polisi mau klarifikasi ke Pandji, Pandji juga mau klarifikasi, 5 itu siapa saja, apa saja yang dilaporkan, begitulah klarifikasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, kliennya itu hingga kini masih berstatus sebagai Terlapor, yang mana kedatangannya ke Polda Metro Jaya pada Jumat 6 Februari 2026 untuk memenuhi undangan klarifikasi yang dimintakan polisi pada Komika Pandji. 

“Ngobrol-ngobrol dahulu, baru nanti kemudian kita makan siang,” katanya.

Polisi Tunggu Kehadiran Habib Bahar untuk Diperiksa di Kasus Penganiayaan

Polisi Tunggu Kehadiran Habib Bahar untuk Diperiksa di Kasus Penganiayaan

Habib Bahar bin Smith

 Polres Metro Tangerang Kota menjadwalkan pemeriksaan terhadap Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Cipondoh, Kota Tangerang. Namun, hingga saat ini Bahar bin Smith belum hadir.

“Ini tuh belum terinfo datang atau enggaknya karena ini kan baru pemanggilan pertama,” kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Prapto Laksono, Rabu (4/2/2026).

Ia mengatakan, akan tetap menunggu kehadiran Habib Bahar hari ini. Nantinya, jika tidak hadir, maka pemanggilan kedua akan dilayangkan kepada tersangka.

“Kalau nggak datang, ya kita buat panggilan kedua. Kalau kedua nggak datang, baru dijemput, kan aturannya gitu,” ujar dia.

berusaha untuk mengonfirmasi apakah Habib Bahar bin Smith hadir atau tidak melalui kuasa hukumnya, Ichwan Tuankotta. Namun, tidak ada jawaban dari mereka.

Sebelumnya, polisi mengungkap peran Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Cipondoh, Kota Tangerang. Polisi menyebut Bahar bin Smith ikut dalam aksi pemukulan terhadap korban.

57 Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, BNPB Serahkan Jenazah ke Keluarga

57 Korban Longsor Bandung Barat Teridentifikasi, BNPB Serahkan Jenazah ke Keluarga

Longsor di Cisarua Bandung Barat (foto: BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, bahwa 57 korban meninggal dunia akibat longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (2/2/2026).

Abdul menyampaikan, tim gabungan telah mengirimkan 74 kantong jenazah untuk proses identifikasi hingga Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 57 jenazah telah rampung diidentifikasi.

“Dari jumlah tersebut, 17 kantong jenazah masih dalam tahap identifikasi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Abdul menyampaikan operasi pencarian dan pertolongan kembali dilanjutkan pada pagi hari ini mulai pukul 08.00 WIB. Tim SAR gabungan menambah pengerahan alat berat guna memperluas area pencarian terhadap enam orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Sedikitnya 18 unit alat berat dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut,” ucapnya.

Pakar: Keputusan Prabowo soal Board of Peace Tepat di Tengah Gejolak Global

Pakar: Keputusan Prabowo soal Board of Peace Tepat di Tengah Gejolak Global

Presiden Prabowo

 Gejolak geopolitik global kian mengarah pada eskalasi konflik terbuka seiring menguatnya unilateralisme negara-negara besar. Dalam situasi dunia yang semakin tidak pasti, Indonesia dinilai harus memperkuat kesiapan pertahanan dan persatuan nasional jika ingin tetap menjaga perdamaian.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Focus GREAT Discussion (FGD) bertajuk “Amerika Era Donald Trump dan Gejolak Geopolitik Multiblok di Ambang Perang” yang digelar GREAT Institute. 

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa menegaskan, pentingnya prinsip inclusive security dalam menghadapi dunia yang semakin multipolar dan sarat konflik.

“Kita tidak boleh lagi menggantungkan pertahanan kepada negara yang lebih kuat, apalagi jika kekuatan itu digunakan untuk memaksakan kehendak kepada negara lain. Kasus Venezuela menunjukkan bagaimana kedaulatan negara bisa dilanggar, bahkan sampai pada penculikan presidennya,” ujar Teguh, Sabtu (31/1/2026).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI), Rizal Darma Putera menilai keberanian Presiden Trump memerintahkan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak lepas dari karakter kebijakan luar negeri yang sangat personalistik.

“Margaret Hermann menyebutnya sebagai faktor idiosyncratic yang dipengaruhi kepribadian pemimpin, sementara Robert Jervis melihatnya sebagai faktor persepsi. Namun fenomena ini bukan hanya Trump. Pendekatan personalistik juga terlihat pada Vladimir Putin di Rusia, Xi Jinping di Tiongkok, bahkan Presiden Prabowo,” ungkap Rizal.

kera4d

Hujan Guyur Jakarta, Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Macet

Hujan Guyur Jakarta, Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Macet

Hujan Guyur Jakarta, Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Macet (Andika Rachmansyah)

Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Jakarta sejak Kamis (29/1/2026) pagi. Kondisi itu membuat arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman padat merayap.

Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 09.45 WIB, arus kendaraan terpantau padat merayap. Kepadatan lalu lintas didominasi kendaraan roda empat.

Arus kendaraan terlihat tersendat dari Bundaran Senayan menuju Semanggi, begitu juga pada arah sebaliknya. Kepadatan ini dipicu intensitas hujan yang cukup tinggi sejak pagi. 

Sejumlah pengendara memilih mengurangi kecepatan, terutama pengendara roda dua. Hal ini mengingat kondisi jalan yang basah dan licin dapat membahayakan keselamatan.

Di sisi lain, aktivitas para pegawai perkantoran di kawasan tersebut tetap terlihat berjalan. Petugas keamanan dari gedung perkantoran juga terlihat ikut turun ke jalan  membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, hujan masih mengguyur Jalan Jenderal Sudirman dengan intensitas ringan. Beberapa pengendara roda dua menepikan kendaraannya untuk memakai jas hujan atau membeli jas hujan yang dijajakan pedagang di pinggir jalan.

Curah Hujan Tinggi Diprediksi Guyur Jakarta Hari Ini, Pemprov Siaga!

Curah Hujan Tinggi Diprediksi Guyur Jakarta Hari Ini, Pemprov Siaga!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

 Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi akan mengguyur Ibu Kota hari ini, Selasa (27/1/2026). Hal tersebut diketahui Pramono setelah menerima prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Karena dari data BMKG ada kemungkinan besok (hari ini, red) itu juga curah hujannya tinggi,” kata Pramono saat meninjau Kali Sepak, Kembangan, Senin (26/1/2026).

Dalam rangka antisipasi pengendalian banjir di Jakarta, Pramono memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan pengerukan kali secara non-stop. Pihaknya menyiagakan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan.

“Jadi yang pertama untuk kali di Jakarta saya sudah perintahkan Sumber Daya Air untuk dilakukan pengerukan itu terus-menerus. Karena kita punya 200 ekskavator dan seterusnya,” ucap dia.

Selain itu, ia juga memerintahkan agar pagi ini tetap dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Modifikasi cuaca diharapkan mampu menekan curah hujan di Jakarta.

Korban Pesawat ATR 42-500 Dapat Kenaikan Pangkat

Korban Pesawat ATR 42-500 Dapat Kenaikan Pangkat

Korban Pesawat ATR 42-500 Dapat Kenaikan Pangkat (Ari Sandita)

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan memastikan, korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, khususnya jenazah anggota KKP yang disemayamkan pada Minggu (25/1/2026) ini mendapatkan kenaikan pangkat.

1. Naik Pangkat

“Sudah tadi dinaikkan (pangkatnya). Kita naikkan karena mereka melaksanakan tugas operasi karena mereka melakukan survei,” ujarnya pada wartawan, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pada Minggu (25/1/2026) ini, dilaksanakan upacara persemayaman dan pemberangkatan anggota KKP atas nama Ferry Irawan dan Yoga Naufal, sekaligus bersama Captain Andy Dahananto. Dia bersyukur kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah sudah dilakukan semua proses evakuasi dan pemberangkatan kepada keluarga masing-masing sehingga pelaksanaan kegiatan pemakaman bisa langsung ada yang ke rumahnya, bisa juga langsung untuk anggota KKP dilaksanakan di tempat persemayaman AUP ini,” tuturnya.

Usai upacara tersebut, jenazah almarhum bisa langsung dimakamkan, baik di tempat pemakaman keluarga maupun di tempat pemakaman umum lainnya. Dia berdoa agar semua almarhum bisa mendapatkan balasan surga.

Tolong! Banjir di Kampung Melayu Capai Satu Meter Lebih, Ratusan Warga Terdampak

Tolong! Banjir di Kampung Melayu Capai Satu Meter Lebih, Ratusan Warga Terdampak

Banjir Jakarta

Hujan lebat yang mengguyur Jakarta membuat permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai 40 hingga 130 sentimeter, pada Jumat (23/1/2026).

Luapan Sungai Ciliwung menyebabkan ratusan rumah serta ruas jalan di permukiman warga Kebon Pala terendam banjir. Wilayah ini memang dikenal sebagai kawasan langganan banjir setiap kali hujan deras melanda Jakarta.

Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terganggu. Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua dan lantai tiga untuk mengamankan barang-barang berharga. Warga enggan mengungsi karena menilai kondisi masih dapat dikendalikan.

Sejumlah kendaraan warga, khususnya sepeda motor, telah diamankan ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat terendam air.

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di wilayah Kebon Pala. Warga terdampak tersebar di antaranya di RT 11 RW 05 dan RT 13 RW 04, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Ketua RT 11 RW 05 Kelurahan Kampung Melayu, Eka Kurniawan, menyampaikan bahwa genangan banjir hingga Jumat pagi belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Bupati Sudewo Ditangkap KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

Bupati Sudewo Ditangkap KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita

Bupati Pati Sudewo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pati, Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah. Dalam operasi senyap itu KPK juga menyita barang bukti uang tunai.

Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk rupiah,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (20/1/2026).

Kendati demikian, Budi tidak merinci berapa uang tunai yang disita. Namun ia mengatakan bahwa nilai barang bukti uang itu mencapai miliaran.

“Senilai miliaran rupiah (barang bukti disita), nanti kami akan sampaikan,” tambah Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menjelaskan Bupati Pati itu ditangkap bersama tujuh orang lainnya. Mereka di antaranya termasuk Camat dan Kepala Desa.

“Pagi ini delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih, yang pertama Kepala Daerah atau Bupati Pati, kemudian dua Camat, tiga Kepala Desa, dan dua calon perangkat desa,” tandas Budi.