Warga Lampung Digegerkan Grup Komunitas Gay

Warga Lampung Digegerkan Grup Komunitas Gay, Tiga Orang Admin Ditangkap

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Dery Agung Wijaya

Direktorat  Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung membongkar komunitas Gay di Bandar Lampung. Dalam kasus ini, tiga admin grup Gay di media sosial ditangkap.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Dery Agung Wijaya mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan informasi masyarakat terkait keresahan beredar grup Facebook.

“Dari informasi masyarakat ini kami lakukan penyelidikan melalui tim Cybercrime Polda Lampung. Kemudian dari hasil penyelidikan kami amankan tiga orang yang statusnya sudah menjadi tersangka saat ini,” ujar Dery, Senin

Dery menerangkan, penyelidikan yang dilakukan pihaknya terhadap kasus ini berfokus pada dua grup Facebook bernama Grup Gay Lampung dan Grup Gay Bandar Lampung yang diikuti puluhan ribu anggota.

“Ada dua grup Facebook, Gay Lampung dan Gay Bandar Lampung. Ini akunnya dari yang kami selidiki diikuti puluhan ribu anggota,” kata dia.

Baca Juga:

Viral Mobil PJR Diadang Bus di Tol Japek, Polda Metro Angkat Bicara

Viral Mobil PJR Diadang Bus di Tol Japek, Polda Metro Angkat Bicara

Viral Mobil PJR Diadang Bus di Tol Japek, Polda Metro Angkat Bicara

 Viral di media sosial mobil Patroli Jalan Raya (PJR) Korlantas Polri yang diadang sebuah bus di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Video itu juga memperlihatkan sopir bus mengamuk kepada petugas polisi.

Dalam video yang beredar awalnya bus itu mengemudi jalur paling kanan. Di depannya terlihat mobil PJR mengemudi dengan menyalakan lampu rotator.

Tak lama setelahnya, salah satu bus menyalip mobil polisi itu dan langsung mengadang mobil polisi dengan perlahan. Sopir bus yang turun lantas mengamuk dan meminta polisi menjelaskan kepada dirinya terkait aturan lalu lintas.

Saya ke kanan gak boleh, ke kiri ga boleh. Bapak mabuk ya?” kata salah satu pria ke arah mobil polisi itu.

“Saya tidak mabuk,” jawab polisi itu.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Wadirlantas), AKBP Argo Wiyono menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis 3 Juli 2025 di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Menurut Argo saat itu ada iring-iringan bus yang menggunakan lajur paling kanan.

Melihat hal itu, petugas PJR kemudian berinisiatif untuk meminggirkan rombongan bus itu. Sebab bus itu dinilai berkendara tidak sesuai jalur.

“Artinya kendaraan yg bukan tempatnya di lajur kanan dipinggirkan untuk berada di lajur tengah atau lajur kiri,” kata Argo kepada wartawan, Minggu (6/7/2025).

Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Taman Radio Dalam Jaksel

Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Taman Radio Dalam Jaksel

Bocah 5 tahun ditemukan tewas

Seorang bocah berusia 5 tahun ditemukan tewas di taman kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban diketahui tidak pulang ke rumah semalaman.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin menyebutkan, jenazah korban baru ditemukan warga pada Sabtu (5/7/) pagi, sedangkan korban diduga tewas sejak tadi malam.

Tadi pagi ketemunya, mainnya si semalem kata saksi. Kan ada teman mainnya tuh semalem, cuma ditemuin sama ibu-ibu depan rumahnya tuh pagi. Pas ibu-ibu buka pintu (lagi) nyapu,” kata Suparmin kepada wartawan, Sabtu (5/7/2025).

Dia mengungkap, jenazah korban ditemukan tak jauh dari tiang listrik di sekitar taman. “Kan di taman itu (ditemukan), terus di bawah tiang listrik, tiang lampu,” ujar dia.

Suparmin belum bisa menyimpulkan perihal penyebab tewasnya korban. Dia hanya menyebut kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan perihal itu. Adapun jasad korban telah dibawa ke RSUD Fatmawati.

Teriakan ‘Hidup Tom Lembong’ Bergema Jelang Sidang Pembacaan

Teriakan 'Hidup Tom Lembong' Bergema Jelang Sidang Pembacaan Surat Tuntutan di PN Jakpus

Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Triskasih Lembong alias Tom Lembong memasuki ruang sidang

 Mantan Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Triskasih Lembong alias Tom Lembong memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (4/7/2025). Teriakan ‘Hidup Tom Lembong’ bergema jelang sidang pembacaan surat tuntutan terkait kasus dugaan korupsi impor gula. 

Pantauan Okezone di lokasi, Tom Lembong memasuki ruang sidang sekira pukul 14.18 WIB. Awalnya, ia melepas rompi dan borgol yang dikenakan. 

Didampingi istrinya, Franciska Wihardja, mereka berjalan menuju kursi pengunjung ruang sidang di barisan paling depan. Pada kesempatan tersebut, beberapa pengunjung sidang berteriak menyebut nama Tom Lembong.

“Hidup Tom Lembong,” teriak salah satu pengunjung ruang sidang. Beberapa pengunjung ruang sidang membalas teriakan tersebut dengan kata ‘hidup’. 

Diketahui, Tom Lembong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp578 miliar dalam kasus dugaan korupsi impor gula. Hal itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan surat dakwaan di ruang sidang PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2025).

Mendikdasmen: Jangan Anggap di Swasta

Mendikdasmen: Jangan Anggap di Swasta Seolah-olah Tidak Benar-Benar Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti

 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti minta masyarakat menghapus dikotomi sekolah negeri dan swasta. Banyak masyarakat menganggap anak yang bersekolah di swasta seolah-olah tidak benar-benar sekolah.

“Problemnya masyarakat sekarang ini seakan-akan kalau sekolah di swasta itu ndak sekolah. Gitu loh,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (4/7/2025).

Dalam seleksi penerimaan murid baru siswa yang gagal masuk sekolah negeri diarahkan mendaftar ke sekolah swasta. Pemerintah juga menyediakan akses bagi anak didik di sekolah swasta.

Mu’ti memastikan sekolah negeri tidak bisa menampung seluruh siswa yang masuk kategori wajib belajar. “Sejak awal, peraturan menteri mengarahkan yang tidak diterima di negeri bisa belajar di swasta dan dibantu pemerintah,” paparnya.

Begini Modus Pesinetron MR Peras Pacar Sesama Jenis hingga Puluhan Juta

Begini Modus Pesinetron MR Peras Pacar Sesama Jenis hingga Puluhan Juta

Pesinetron suka sesama jenis

Polisi menyatakan bahwa Pesinetron MR yang peras pacar sesama jenisnya, menggunakan modus ancaman penyebaran video syur dan foto bugil. 

Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan mengungkapkan, video syur dan foto bugilnya itu merupakan hubungan dari kedua pasangan tersebut. 

“Dia (Pelaku) mengancam akan menyebarkan foto bugil dan video porno durasi pendek hubungan antara dia dengan korban,” kata Pengky, Rabu (2/7/2025).

Dengan adanya dokumentasi mereka, kata dia, pelaku melancarkan aksi pemerasannya hingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. 

“Adanya laporan polisi dari korban. Tindakan pemerasan permintaan uang, kemudian sudah beberapa kali ditransfer kerugian kurang lebih Rp20 juta baik transfer atau cash. Mungkin karena dia gak tahan melapor ke Polsek Cempaka Putih,” ujarnya

Kas138 Slot Online

Puan Belum Baca Surat Pemakzulan Gibran: Masih Banyak yang Menumpuk

Puan Belum Baca Surat Pemakzulan Gibran: Masih Banyak yang Menumpuk

Puan Belum Baca Surat Pemakzulan Gibran: Masih Banyak yang Menumpuk

“Surat belum kita terima, karena baru hari Selasa (pekan lalu) dibuka masa sidangnya. Masih banyak surat yang menumpuk,” kata Puan dalam konferensi persnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Meski begitu, Puan menyampaikan bahwa pimpinan DPR akan segera membaca dan memproses sesuai mekanisme berlaku, apabila sudah diterima atau diserahkan dari pihak Kesetjenan DPR.

Mantan Menko PMK itu tak menjawab secara tegas apakah pimpinan DPR akan memberikan atensi khsusus terhadap surat pemakzulan Gibran yang dikirim forum Purnawirawan Prajurit TNI pada masa reses kemarin.

“Ya dalam masa reses, tapi kan dibukanya baru Selasa yang lalu masa sidangnya. Dan surat yang ada masih banyak sekali. Jadi kita lihat dulu bagaimana dan seperti apa,” ujarnya.

Komisi I DPR Ingatkan Menlu, 12 KBRI Kosong Tanpa Dubes

Komisi I DPR Ingatkan Menlu, 12 KBRI Kosong Tanpa Dubes

Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono/Foto: Achmad Al Fiqri

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, menyoroti kosongnya posisi duta besar (dubes) di 12 Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Pemerintah hendaknya segera mengisi pos dubes RI untuk negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2025).

“Data yang saya terima ada 12 KBRI kosong tanpa Dubes. Amerika Serikat dari tahun 2023 karena dubesnya ditunjuk jadi Wamen BUMN. PBB New York dari 2024 karena dubesnya jadi wamenlu. Dubes Jerman jadi Wamenlu juga, PBB Jenewa dubesnya jadi Wamen PPN dan Bappenas,” ujar Anton dalam rapat.

Anton juga menyoroti posisi Dubes Korea Utara yang kosong sejak 2021 lantaran Covid-19. “Korea Utara dari 2021 ditarik karena COVID-19 sampai sekarang tidak ada,” katanya. 

Anton pun meminta Dubes untuk negara lain diisi secepatnya. Ia menyebut hal ini akan berkaitan dengan diplomasi RI di kancah internasional.

7 Fakta Pengeroyokan Perwira TNI AL di Malang, Diselamatkan Petugas Terminal

7 Fakta Pengeroyokan Perwira TNI AL di Malang, Diselamatkan Petugas Terminal

7 Fakta Pengeroyokan Perwira TNI AL di Malang, Diselamatkan Petugas Terminal

 Dua dari lima pelaku pengeroyokan perwira TNI Angkatan Laut (AL) di Terminal Arjosari Malang masih dalam pengejaran. Insiden pengeroyokan perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang memang mengejutkan warga Kota Malang dan menyita perhatian publik.

Korban pun diselamatkan petugas terminal dalam insiden tersebut.

Berikut sejumlah fakta dirangkum pada peristiwa yang terjadi Kamis malam (26/6/2025) sekitar pukul 19.00 WIB di Terminal Arjosari Malang:

1. Terjadi di Jalur Keberangkatan Bus Patas 

Insiden pengeroyokan perwira TNI AL itu terjadi di dalam terminal, tepatnya di area depan jalur keberangkatan bus Patas arah ke Surabaya. Sat itu menang Terminal Arjosari Malang tengah dalam kondisi ramai, karena libur panjang tahun baru 1 Muharram.

2. Terekam Kamera Ponsel

Insiden pengeroyokan itu terekam kamera ponsel warga. Video itu beredar di beberapa platform media sosial (medsos), yang memperlihatkan bagaimana kondisi mengerikannya korban dengan wajah dipenuhi darah.

Terlihat terduga korban mengenakan jaket berwarna biru dan bertopi itu, dalam keadaan luka parah di kepala. Darahnya pun sampai berceceran hingga ke area jalur keberangkatan. Bekas ceceran darah itu masih terlihat pada pagi harinya, meksipun sudah ditumpuk pasir agar menghilangkan bekasnya. 

3. Korban Pengeroyokan Perwira Aktif

Diketahui korban pengeroyokan itu merupakan perwira TNI AL aktif. Sejumlah saksi saat melakukan penelusuran di lokasi kejadian, pun membenarkan hal tersebut bahwa korban memang statusnya anggota aktif TNI AL.

“Korbannya anggota TNI AL, dikeroyok beberapa orang, tapi kronologinya kurang jelas,” kata petugas berinisial B, yang sempat memberikan pertolongan ke korban.

Hal ini juga dikonfirmasi Kepala Terminal Tipe A Arjosari Mega Perwira Donowati saat ditemui di ruang kerjanya, bahwa korban berdinas di TNI AL, meskipun saat itu di Terminal Arjosari.

“Korban memang anggota aktif TNI, pangkatnya perwira. Kejadiannya sekitar jam 7 malam,” ujar Mega Perwira Donowati, ditemui beberapa waktu lalu.

Kapal Karam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Tanjung Goram

Kapal Karam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Tanjung Goram, 1 Orang Tewas 

Kapal Karam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Tanjung Goram

Dihantam gelombang tinggi, kapal TB Iska 1165 karam di Perairan Tanjung Goram, Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berdasarakan laporan yang diterima Pos Polairud Buton Utara (Butur), kapal ini karam dalam pelayaran dari Ereke menuju Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Jumat 27 Juni 2025 sekira pukul 23.00 Wita.

Mendapat informasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Wakatobi, Sabtu (28/6/2025) dini hari pukul 02.00 Wita.

Tim Rescue Pos SAR Wakatobi tiba di perairan tanjung goram pada pukul 05.40 Wita, namun tidak bisa mendekat ke kapal TB Iska 1165 yang ditumpangi 8 orang, karena gelombang cukup besar.

“Tim Rescue Pos SAR Wakatobi tiba di LKP (Last Known Position ) dan menemukan TB Iska 1165 dalam kondisi kandas namun RIB (Rigid Inflatable Boat), belum dapat merapat dikarenakan gelombang yang cukup besar,” ujar Kepala KPP Kendari, Aminuddin A.S, Sabtu (28/6/2025).