Hujan di Jakarta, Empat Ruas Jalan Terendam Banjir

Hujan di Jakarta, Empat Ruas Jalan Terendam Banjir

Ilustrasi banjir

Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan Pos Pantau Sunter Hulu berstatus Waspada atau Siaga 3 pada Rabu (17/9/2025) pukul 18.00 WIB. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya beberapa genangan di sejumlah ruas jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada empat ruas jalan yang sempat terendam banjir.
Hingga pukul 20.00 WIB, genangan masih terjadi di satu titik, yaitu di Jalan H. R. Rasuna Said, Kelurahan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai 15 cm.

“BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di satu ruas jalan,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, Rabu.

Sementara itu, tiga ruas jalan lainnya yang sebelumnya tergenang kini telah surut, yaitu:

1.    Jalan Letjen MT. Haryono, Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan
2.    Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan
3.    Jalan Tegal Parang Selatan III, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan

BPBD mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di berbagai wilayah. BPBD juga berkoordinasi dengan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat, untuk mempercepat proses penyedotan air.

Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot Mendadak, Diduga Gegara Tegur Anak Pejabat

Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot Mendadak, Diduga Gegara Tegur Anak Pejabat

Kepsek Roni Ardiansyah saat berpamitan dengan siswa (foto: instagram SMPN 1 Prabumulih)

Di tengah kejadian itu, beredar isu di media sosial bahwa pencopotan Roni diduga terkait insiden saat ia menegur seorang anak pejabat daerah. Anak tersebut kedapatan memarkir mobil di lapangan sekolah, padahal usianya masih di bawah umur dan kendaraan itu dianggap mengganggu kegiatan siswa.

Berdasarkan video dari Instagram SMP Negeri 1 Prabumulih, Selasa (16/9/2025). Dalam rekaman tersebut, suasana haru menyelimuti momen perpisahan, yang semakin memantik simpati masyarakat terhadap sosok Roni.

“The Best Leader Ever @ardiansyah2664,” tulis laman tersebut.

Polda Metro Tangkap 16 Tersangka Kericuhan Demo Jakarta, Barang Bukti Bom Molotov hingga Petasan

Polda Metro Tangkap 16 Tersangka Kericuhan Demo Jakarta, Barang Bukti Bom Molotov hingga Petasan

Polda Metro Tangkap 16 Tersangka Kericuhan Demo Jakarta

Polda Metro Jaya menangkap dan menetapkan 16 orang sebagai tersangka karena yang berbuat ricuh pada demo 28-31 Agustus 2025 di Jakarta. Penangkapan tersangka ini dilakukan di Tempat Kejadian Perkara yang berbeda.

“Secara umum dapat kami sampaikan bahwa kami telah menangkap 16 tersangka dari 4 TKP yang berbeda,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (15/9/2025).

Lebih lanjut, seluruh tersangka ini ditangkap di Arborea Coffe Kementerian Kehutanan, halte TransJakarta di depan kementerian Dikdasmen, lalu di sekitaran gedung DPR MPR RI, dan di halte Polda Metro Jaya.

Dari 16 tersangka ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti petasan, bom molotov, batu hingga dispenser.

“Selanjutnya kami juga sudah menerbitkan 5 laporan polisi sekaligus mengamankan 53 barang bukti yang terdiri dari DVR CCTV, botol molotov, handphone, helm, masker, batu, petasan, tongkat, termasuk barang bukti hasil penjarahan yaitu dispenser pemanas air dan kursi cafe,” kata Kapolda.

Asep menejelaskan, para tersangka ini ditangkap lantaran kedapatan melakukan aksi pembakaran dan kerusakan saat aksi 28-31 Agustus.

Gempa M5,2 Guncang Mukomuko, Bengkulu

Gempa M5,2 Guncang Mukomuko, Bengkulu

Pera gempa yang terjadi di wilayah Mukomuko, Bengkulu/Foto: BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Mukomuko, Bengkulu, pada Minggu (14/9/2025) pukul 21.49 WIB.

“Mag: 5.2, 14-Sep-25 21:49:42 WIB, Lok: 2.84 LS, 100.93 BT (35 km barat daya Mukomuko, Bengkulu), Kedalaman: 18 km,” tulis akun X resmi @infoBMKG.

BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan atau korban akibat gempa.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangannya.
 

Gempa M5,2 Guncang Keerom Papua, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,2 Guncang Keerom Papua, Tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi gempa

Gempa berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kota Waris, Keerom, Papua, pada Sabtu 13 September 2025 pukul 22.05.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan M4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,13° LS ; 142,06° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 168 km arah tenggara Keerom, Papua, pada kedalaman 103 km.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini menimbulkan guncangan di daerah Murkim, Pegunungan Bintang, Mofinop, Towe, dan Keerom dengan skala intensitas II – III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan truk berlalu).

Daryono menyatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 22.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.

Anak Jusuf Hamka Muncul di Kejaksaan Agung, Terseret Dugaan Korupsi Tol CMNP?

Anak Jusuf Hamka Muncul di Kejaksaan Agung, Terseret Dugaan Korupsi Tol CMNP?

Anak pengusaha pemilik tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Jusuf Hamka, Fitria Yusuf (Foto: Dok)

Anak pengusaha pemilik tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Jusuf Hamka, Fitria Yusuf mendatangi gedung bundar Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung). Kehadirannya di Kejagung memicu spekulasi publik terkait penyelidikan dugaan korupsi perpanjangan konsesi Tol CMNP yang mulai diselidiki Kejagung.

Pasalnya, Kejagung resmi membuka penyelidikan atas dugaan korupsi perpanjangan konsensi tol CMNP, yaitu Cawang-Pluit. Fitria tidak terlihat datang pada pukul berapa. Meski demikian, sosoknya mulai terlihat keluar dari gedung itu pukul 14.16 WIB.

Fitria terlihat mengenakan blazer dengan nuansa pakaian berwarna putih. Ia terlihat bersama rombongannya langsung menaiki mobil hitam. Meski demikian, Fitria bungkam tidak memberikan keterangan apapun terkait kedatangannya. Tak lama setelah naik mobil itu, kendaraan itu pun langsung meninggalkan lingkungan Kejagung.

Seiring dengan kepulangan Fitria, beberapa orang lainnya yang sempat bersama Fitria juga terlihat meninggalkan kawasan Kejagung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna memaparkan Kejagung resmi membuka penyelidikan atas perkara ini. Bahkan, Kejagung telah melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak.

“Kalau klarifikasi pasti ada yang diminta keterangan, tapi sifatnya ini klarifikasi, belum ada penetapan, belum naik penyidikan,” kata Anang.

Lukman Hakim: Presiden Prabowo Berkali-kali Tegaskan Supremasi Sipil!

Lukman Hakim: Presiden Prabowo Berkali-kali Tegaskan Supremasi Sipil!

Mantan Menag Lukman Hakim (foto: dok ist)

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan supremasi sipil dalam dialog di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Lukman mengungkapkan penegasan Prabowo itu ketika melakukan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB). 

Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merespon hal itu, Lukman mengatakan bahwa Prabowo menegaskan komitmennya.

Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil,” kata Lukman.

Lukman berharap, Komitmen dari Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan.

“Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi,” pungkasnya.

Politisi Muda Partai Perindo Endang Sutanto: Anak Desa Ciawitali Cianjur Berhak Sekolah Layak

Politisi Muda Partai Perindo Endang Sutanto: Anak Desa Ciawitali Cianjur Berhak Sekolah Layak

Wakil Ketua Bidang Koordinasi & Sinergi Legislator DPP Partai Perindo, Endang Sutanto/Foto: Istimewa

Semangat yang membuncah seiring usia kemerdekaan Republik Indonesia lebih dari delapan dekade perlu diiringi dengan peningkatan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Harapan ini juga menguar di Kampung Ciawitali, Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sekolah dasar yang menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan di desa itu berdiri sejak 1979. Sayangnya, sejak 2017 kondisinya terus memburuk hingga akhirnya pada 2024 bangunannya ambruk total.

Alih-alih membangun kembali, sekolah kemudian digabungkan dengan SDN Budi Setra yang jaraknya cukup jauh. Situasi ini menyulitkan warga.

Dituturkan oleh Wakil Ketua Bidang Koordinasi & Sinergi Legislator DPP Partai Perindo yang juga salah satu warga Cianjur, Endang Sutanto, banyak anak terpaksa mesti berjalan jauh, bahkan menyeberangi sungai dengan rakit untuk bersekolah di Sukabumi.

Sebagian orang tua pun berinisiatif membangun ruang belajar darurat dari bambu dan terpal demi anak-anak tetap bisa belajar. Endang Sutanto menilai kondisi ini adalah cermin dari tantangan pemerataan pembangunan di sektor pendidikan.

Terkuak! Oknum Kemenag dan Travel Diduga Atur Kuota Haji Tambahan Jadi 50:50

Terkuak! Oknum Kemenag dan Travel Diduga Atur Kuota Haji Tambahan Jadi 50:50

Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya niat jahat dalam pembagian kuota haji tambahan tahun 2023-2024, yang dibagi rata 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan pembagian itu tidak dilakukan begitu saja, melainkan dilatarbelakangi komunikasi antara pihak asosiasi penyelenggara haji dan oknum di Kementerian Agama.

“Setelah kita telusuri, ada niat jahatnya. Jadi tidak hanya pembagian ini dilakukan begitu saja,” ujar Asep, Selasa (9/9/2025).

Menurutnya, kesepakatan pembagian 10.000 jamaah reguler dan 10.000 jamaah khusus jelas menyimpang dari aturan. Sesuai Undang-Undang, kuota tambahan seharusnya mengikuti proporsi 92% untuk jemaah reguler dan 8% untuk jemaah khusus.

“Yaitu pihak asosiasi dengan oknum di Kementerian Agama, sehingga dibuatlah prosentasinya menjadi 50 persen, 50 persen menyimpang dari Undang-Undang,” tambah Asep.

Arahan Prabowo ke Anggota DPR Gerindra: Jaga Tingkah Laku dan Jangan Sakiti Masyarakat

Arahan Prabowo ke Anggota DPR Gerindra: Jaga Tingkah Laku dan Jangan Sakiti Masyarakat

Sekjen Gerindra Sugiono

Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, memberikan arahan khusus kepada anggota DPR RI Fraksi Gerindra agar senantiasa menjaga ucapan, sikap, dan gaya hidup.

Arahan ini disampaikan dalam pertemuan internal di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (8/9/2025) malam.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono, menjelaskan Prabowo menekankan pentingnya kader partai untuk berperilaku bijak dan tidak berlebihan, guna menghindari ketersinggungan publik.

“Anggota Fraksi Partai Gerindra harus mawas diri, waspada, menjaga ucapan, menjaga tingkah laku, dan menjaga gaya hidup agar tidak berlebihan serta tidak menyakiti masyarakat,” ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, arahan Prabowo ini juga merupakan bentuk tanggapan atas pesan dan harapan dari masyarakat, yang belakangan menyoroti gaya hidup dan sikap para pejabat publik.