Anak Korban Dugaan Pencabulan Anggota DPRD Kota Depok Kini Dilindungi LPSK

Kuasa hukum anak korban dugaan pencabulan oleh salah satu anggota DPRD Kota Depok berinisial RK, Adi Febrianto Sudrajat, didampingi Founder Paralegal Depok, Sahat Farida Berlian, menyampaikan perkembangan kasus kliennya saat ditemui di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Sukmajaya, Ahad, 13 Oktober 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah

Kuasa hukum anak korban dugaan pencabulan oleh salah satu anggota DPRD Kota Depok berinisial RK, Adi Febrianto Sudrajat, didampingi Founder Paralegal Depok, Sahat Farida Berlian, menyampaikan perkembangan kasus kliennya saat ditemui di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Sukmajaya, Ahad, 13 Oktober 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah

Anak korban pencabulan yang diduga dilakukan anggota DPRD Kota Depok berinisial RK kini dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal ini diungkapkan oleh pengacara korban, Adi Febrianto Sudrajat.

Adi menjelaskan kondisi fisik kliennya baik dan sehat di bawah perlindungan LPS. Namun, untuk kondisi mentalnya ita tidak tahu. “Saya tidak bisa menilai karena bukan keahlian tim kuasa hukum,” katanya dalam konferensi pers di Depok, Ahad, 13 Oktober 2024.

Adi mendesak Polres Metro Depok segera menuntaskan kasus ini. Ia mengancam akan melapor ke tingkat yang lebih tinggi jika penanganan di level polres lamban.

Sebelumnya, Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Arya Perdana, membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan pencabulan anak berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Arya juga membenarkan terlapor dalam kasus ini adalah anggota DPRD Depok berinisial RK.

Arya menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan korban, kata Arya, RK mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang. “Ini yang melaporkan adalah orang tua dari korban terkait dengan pencabulan, yang dilakukan terhadap anaknya yang masih berumur 15 tahun,” kata Arya, Rabu, 25 September 2024.

Kasus ini terungkap setelah ibu korban tidak sengaja membaca percakapan mesum yang dikirim pelaku ke anaknya melalui aplikasi pesan singkat. Setelah diinterogasi orang tuanya, korban mengaku pelapor sempat melakukan pencabulan terhadap dirinya pada Juli 2024. Adi mengatakan terlapor merupakan anggota DPRD Depok. “Iya, oknum anggota dewan,” kata dia.

Berdasarkan penelusuran Tempo, dari 50 Anggota DPRD Depok periode 2024-2029 yang baru dilantik pada 3 September kemarin, hanya terdapat satu nama inisial RK, yaitu Rudi Kurniawan.

Rudi merupakan merupakan petahana dan telah menjadi legislator periode pada 2014-2019, kemudian 2019-2024. Pada Pemilu 2024 lalu, Rudi terpilih dari Daerah Pemilihan 5 (Cilodong-Tapos).

Tempo telah mencoba menghubungi nomor telepon pribadi Rudi untuk mengonfirmasi soal ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Rudi. Pengurus Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDIP Depok pun tak merespon saat dikonfirmasi soal dugaan salah satu anggotanya terlibat kasus pencabulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*