Faksi-faksi di Suriah sepakat membubarkan diri, bernaung di Kemenhan

Faksi-faksi di Suriah sepakat membubarkan diri, bernaung di Kemenhan

Faksi-faksi bersenjata di Suriah pada Selasa (24/12/2024) sepakat untuk membubarkan diri dan bergabung di bawah naungan Kementerian Pertahanan, menurut laporan media pemerintah. ANTARA/Anadolu/py

 Faksi-faksi bersenjata di Suriah pada Selasa (24/12) sepakat untuk membubarkan diri dan bergabung di bawah naungan Kementerian Pertahanan, menurut laporan media pemerintah.

Kantor berita negara SANA melaporkan bahwa keputusan itu diambil dalam pertemuan di Damaskus antara kepala pemerintahan baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, dengan perwakilan dari berbagai faksi revolusioner di negara tersebut.

Foto-foto yang dirilis oleh SANA menunjukkan banyak pemimpin faksi Suriah hadir dalam pertemuan dengan al-Sharaa itu.

Pada Minggu (22/12), pemimpin baru Suriah itu menyampaikan dalam konferensi pers di Damaskus bersama Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, bahwa faksi-faksi bersenjata akan mengumumkan pembubaran mereka dan bergabung dengan angkatan bersenjata Suriah.

“Selama revolusi, terdapat banyak kelompok bersenjata, tetapi hal itu tidak dapat terus berlanjut dalam sebuah negara,” kata al-Sharaa.

“Dalam beberapa hari ke depan, sebuah Kementerian Pertahanan akan diumumkan, dan komite pejabat militer senior akan dibentuk untuk menciptakan angkatan bersenjata masa depan Suriah. Setelah itu, kelompok-kelompok tersebut akan dibubarkan,” ujar al-Sharaa, menambahkan.

Bashar al-Assad, yang memimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim berhasil menguasai Damaskus pada 8 Desember, yang menandai berakhirnya rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963.

Pengambilalihan tersebut terjadi setelah para pejuang Hayat Tahrir al-Sham (HTS) merebut kota-kota penting dalam serangan kilat yang berlangsung kurang dari dua pekan.

Sosok Pak Tarno, pesulap legendaris yang kini jadi pedagang ikan

Sosok Pak Tarno, pesulap legendaris yang kini jadi pedagang ikan

Pak Tarno, pesulap yang sekarang berjualan ikan dan mainan di depan sebuah sekolah. (Screenshot video YouTube)

Pak Tarno, yang dikenal sebagai pesulap legendaris Indonesia dengan jargon khas “Simsalabim jadi apa, prok-prok-prok,” kini menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Kariernya yang gemilang sebagai pesulap besar Indonesia kini tinggal kenangan.

Setelah mengalami beberapa kali stroke, kondisi kesehatannya menurun drastis, sehingga ia harus menggunakan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, semangatnya tetap kuat meski fisiknya mengalami keterbatasan khusus.

Dalam video yang beredar baru-baru ini, Pak Tarno terlihat menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia kini berjualan ikan cupang dan berbagai mainan anak di pinggir jalan.

Dalam video tersebut, Pak Tarno mengenakan kemeja lusuh, celana pendek, dan topi berwarna merah muda. Ia terlihat duduk di atas kursi roda sambil menawarkan dagangannya kepada warga sekitar.

Lalu, seperti apa profil seorang mantan pesulap legendaris yang kini harus adu nasib dalam hidupnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Sosok pesulap legendaris Pak Tarno

Sutarno, yang lebih dikenal dengan nama Pak Tarno, lahir pada 12 Mei 1950 di Indonesia. Ia merupakan seorang pesulap, komedian, presenter, dan pemeran yang terkenal di tanah air.

Pak Tarno dikenal luas karena sering mengucapkan kalimat “dibantu ya, bimsalabim jadi apa, prok-prok-prok” saat menjalankan aksinya sebagai pesulap.

Pada tahun 2009, melalui ajang pencarian bakat The Master musim ketiga, Pak Tarno dianugerahi gelar “Master of Traditional Magic” oleh Deddy Corbuzier. Sebelumnya, sebelum mengikuti ajang tersebut, ia bekerja sebagai penjual martabak keliling sambil menjalani profesi sebagai pesulap keliling.

Kehidupan awal Pak Tarno penuh sangat penuh dengan tantangan, ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya meninggalkannya karena berselingkuh dengan seorang pria dari luar desa. Karena kesulitan ekonomi, Tarno hanya bisa mengonsumsi jagung karena tidak mampu membeli beras.

Pada usia 10 tahun, Tarno memutuskan untuk merantau ke Jakarta sendirian. Karena keterbatasan uang, pada awal 1970-an, ia berangkat dengan menumpang kereta barang pengangkut kayu dan sapi yang transit di Stasiun Losari, Cirebon.

Setibanya di Jakarta, ia bekerja sebagai penjual minyak tanah keliling sebelum akhirnya beralih menjadi penjual martabak keliling.

Saat berjualan martabak, Tarno memiliki trik untuk menarik perhatian anak-anak agar membeli dagangannya, yaitu dengan mempertunjukkan sulap setelah dagangannya habis terjual. Hal ini membuatnya dikenal sebagai sosok yang kreatif dalam menjalankan usaha.

Pada periode 2002 hingga 2004, Tarno mencoba peruntungan dengan menarik odong-odong komedi putar. Sambil menarik odong-odong, ia juga berjualan snack untuk anak-anak dengan menyusun camilan tersebut di sisi kanan dan kiri odong-odong yang ia tarik.

Pada tahun 2009, saat sedang berjualan di sebuah sekolah, Tarno yang tengah melakukan aksi sulap dihampiri oleh seorang guru dari sekolah tersebut. Guru itu menyarankan Tarno untuk mengikuti ajang pencarian bakat The Master musim ketiga.

Wamen Stella tekankan riset, pacu pembangunan berkelanjutan di Aceh

Wamen Stella tekankan riset, pacu pembangunan berkelanjutan di Aceh

Wamendiktisaintek Stella Christie dalam kegiatan Aceh International Forum (AIF) 2024 di Aceh, Senin (23/12/2024). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek/aa.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong riset di perguruan tinggi di Aceh guna mendukung kemajuan pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

“Kita harus melakukan riset lokal yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi lokal, memberantas kemiskinan, dan meningkatkan sumber daya manusia, di mana kedua hal tersebut saling berkelanjutan satu sama lain. Berkelanjutan penting agar kita tidak kehilangan apa yang sudah kita capai tetapi juga tetap mendukung aspek lain untuk berkembang,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Stella menekankan riset lokal memiliki peran strategis dalam menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh berbagai universitas, sekolah vokasi, maupun kelompok peneliti dalam menyokong perkembangan Aceh melalui hasil penelitian lokal yang dinilai efektif dan praktis seperti riset mengenai limbah tulang ikan, daun nilam, dan juga serat sabut kelapa.

“Di samping riset yang progresif, perlu juga dibarengi dengan teknologi yang mutakhir. Dalam hal ini, hasil dari riset tersebut akan lebih efisien dengan menggunakan bantuan dari teknologi,” ujarnya.

Stella juga mengapresiasi representasi dari perempuan yang telah terlibat langsung dalam kemajuan riset, sains, dan teknologi di Aceh.

Ia berpesan kepada pemerintah daerah untuk dapat mendayagunakan universitas, mahasiswa, maupun dosen daerah untuk dapat mengelola dan menjawab permasalahan domestik yang dihadapi.

“Perguruan tinggi merupakan sebuah aset nasional untuk membawa economic growth bagi daerah, karena perguruan tinggi merupakan salah satu aset yang dapat memberikan sustainability,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Wamen Stella mengajak kepada seluruh akademisi untuk bersama-sama untuk melihat kekayaan negara, dan diimplementasikan melalui hilirisasi dan riset, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Layar Besar peresmian Rusun Rancaekek ambruk jelang sambutan AHY

Layar Besar peresmian Rusun Rancaekek ambruk jelang sambutan AHY

Layar besar yang roboh di lokasi peresmian Apartemen Transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (18/12/2024). ANTARA/Ricky Prayoga

Layar besar (big screen) yang dipasang saat peresmian apartemen transit Rancaekek, Kabupaten Bandung, ambruk menjelang sambutan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Layar besar yang dimaksudkan untuk menampilkan tayangan seputar program penanganan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di sekitar Bandung Raya tersebut, ambruk sekitar pukul 16.00 WIB karena tiupan angin kencang di sana, tepat ketika AHY naik mimbar dan mengucapkan salam.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucap AHY yang diiringi bunyi benturan keras dari layar yang didirikan di samping kanan mimbar, di hadapan para undangan yang datang.

Kejadian tersebut membuat para undangan yang hadir terkejut dan para ibu-ibu di lokasi berteriak histeris. Sambutan AHY pun harus terhenti karenanya.

Dengan sigap AHY memeriksa apakah ada korban akibat ambruknya layar besar itu, dan memerintahkan petugas keamanan untuk membantu situasi dan memegang layar yang masih berdiri di sisi kiri mimbar.

“Anggota dewan enggak ada yang kena kan,” ujar AHY.

Setelah memastikan semuanya aman dan tidak ada yang terluka akibat robohnya layar besar yang berjarak sekitar 30 sentimetter dari barisan depan undangan, AHY pun melanjutkan sambutannya.

“Mudah-mudahan hujan menjadi berkah,” ucap AHY yang mengucapkan apresiasinya pada kementerian dan pemerintah daerah provinsi, dan kabupaten/kota yang membantu terlaksananya program penanganan PPKS tersebut.

Dalam peresmian apartemen transit Rancaekek dan Solokanjeruk ini, hadir juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Sekda Jabar Herman Suryatman, serta pemimpin daerah Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi.*

Alternatif BLT dengan transfer langsung bank sentral

Alternatif BLT dengan transfer langsung bank sentral

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan arah kebijakan BI ke depan saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2024 di Jakarta, Jumat (29/11/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU/am.

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral, perlu mempersiapkan diri baik dari segi hukum maupun operasional, untuk melaksanakan transfer langsung ke rumah tangga jika kebijakan moneter konvensional gagal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembayaran stimulus semacam ini dapat meningkatkan konsumsi, bahkan ketika suku bunga mendekati nol.

Setelah pandemi COVID-19, banyak bank sentral di dunia merespons inflasi dengan menaikkan suku bunga. Kini, ketika inflasi tampaknya mulai terkendali, pembuat kebijakan moneter perlu mempersiapkan diri menghadapi krisis berikutnya dengan memperluas perangkat kebijakannya.

Hal ini menjadi sangat penting karena kita mungkin akan kembali ke situasi seperti dekade 2010-an, di mana suku bunga nominal mendekati nol, sehingga bank sentral tidak dapat mendorong permintaan hanya dengan memotong suku bunga.

Pada masa lalu, BI menggunakan alat “konvensional” seperti penurunan suku bunga untuk menstimulasi perekonomian. Namun, kebijakan ini terbukti memiliki dampak terbatas terhadap permintaan agregat dan malah meningkatkan harga aset, yang pada akhirnya berkontribusi pada volatilitas keuangan dan ketimpangan ekonomi.

Untuk menghindari jebakan serupa, BI perlu mempersiapkan kebijakan transfer langsung ke rumah tangga. Pendekatan ini telah terbukti cukup efektif dalam mendorong permintaan dan mengatasi resesi, bahkan dalam situasi jebakan likuiditas di mana suku bunga tidak bisa diturunkan lebih jauh.

Namun, kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati. Ide transfer langsung bukanlah hal baru, tetapi sebelumnya ditolak oleh ekonom karena dianggap tidak efektif. Argumen dalam buku teks mengatakan bahwa ketika suku bunga nol, penciptaan uang tidak akan menstimulasi konsumsi karena rumah tangga cenderung menyimpan likuiditas berlebih.

Penelitian terbaru membantah pandangan ini. Dengan menggunakan data mikroekonomi dan teknik evaluasi baru, ditemukan bahwa pembayaran stimulus dapat meningkatkan konsumsi, bahkan ketika suku bunga mendekati nol. Data dari Amerika Serikat pada tahun 2008 dan penelitian tentang hadiah lotere besar menunjukkan bahwa rumah tangga membelanjakan sebagian besar pendapatan tak terduga yang mereka terima.

Dalam konteks Indonesia, kebijakan transfer langsung ke rumah tangga dapat memberikan manfaat yang signifikan. Sebagai contoh, selama pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia telah meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Kartu Prakerja yang membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Data menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2020, konsumsi rumah tangga menyumbang 56,4 persen dari PDB Indonesia, dan bantuan sosial menjadi salah satu faktor utama yang menjaga konsumsi tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Namun, program-program ini biasanya dikelola oleh otoritas fiskal. Penelitian menunjukkan bahwa bank sentral dapat melaksanakan transfer semacam ini dengan lebih cepat dan presisi, mengingat mandat mereka yang berfokus pada inflasi.

BI, sebagai bank sentral yang independen, dapat memastikan kebijakan ini diterapkan dengan tepat sasaran dan tidak berlebihan, berbeda dengan politisi yang cenderung menggunakan kebijakan fiskal untuk tujuan populis.

Keunggulan transfer langsung sebagai kebijakan moneter dibanding Bantuan Langsung Tunai yang dikelola melalui Kementerian Sosial di antaranya adalah, pertama, didesain khusus untuk merangsang konsumsi dalam waktu singkat, terutama dengan fitur seperti batas waktu penggunaan dana (expiry dates).

Hal ini meningkatkan pengeluaran langsung daripada menyimpan dana. Sementara BLT tidak memiliki batas waktu penggunaan, sehingga rumah tangga mungkin lebih cenderung menabung daripada membelanjakan, mengurangi efek stimulasi ekonomi.

Kedua, independen dari beban fiskal. Transfer langsung tidak meningkatkan utang pemerintah karena didanai oleh bank sentral melalui penciptaan uang baru. Ini menghindari tekanan fiskal yang sering menjadi kendala dalam program bantuan pemerintah. BLT didanai oleh anggaran pemerintah, sehingga meningkatkan defisit fiskal dan utang negara.

Ketiga, bank sentral dapat merespons secara cepat karena memiliki alat dan mekanisme langsung untuk mendistribusikan dana kepada masyarakat. Kecepatan ini penting dalam menangani krisis ekonomi yang membutuhkan tindakan segera. BLT prosesnya sering lebih lambat karena melibatkan persetujuan politik, birokrasi, dan penganggaran oleh pemerintah.

Keempat, mengurangi efek distribusi yang tidak merata. Transfer langsung dirancang untuk didistribusikan secara merata ke seluruh rumah tangga, tanpa memihak kelompok tertentu, sehingga mengurangi risiko ketimpangan distribusi. BLT sering kali memerlukan proses seleksi penerima yang dapat menimbulkan ketidakadilan, seperti exclusion error (kelompok yang layak tidak mendapatkan bantuan) atau inclusion error (kelompok yang tidak layak justru menerima bantuan).

Kelima, menghindari volatilitas pasar keuangan. Transfer langsung mengurangi ketergantungan pada kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) yang sering kali memicu inflasi aset dan ketidakstabilan di pasar keuangan. BLT dampaknya lebih terbatas pada ekonomi riil tetapi tetap memerlukan kebijakan moneter pendukung, seperti pembelian obligasi oleh bank sentral, yang dapat menciptakan ketidakstabilan pasar.

Keenam, pengaruh positif pada ekspektasi inflasi. Transfer langsung dengan kredibilitas bank sentral, transfer ini menciptakan komitmen inflasi yang moderat, mendorong konsumsi, dan menjaga stabilitas ekonomi. BLT kurang efektif dalam memengaruhi ekspektasi inflasi karena masyarakat sering kali mengasosiasikannya dengan kebijakan pemerintah yang temporer.

Ketujuh, menghindari pengaruh politis. Transfer langsung dilakukan oleh bank sentral yang independen, sehingga meminimalkan risiko politisasi kebijakan. BLT berisiko dipengaruhi oleh kepentingan politik, misalnya distribusi bantuan yang berfokus pada wilayah atau kelompok tertentu untuk tujuan elektoral.

Transfer langsung oleh bank sentral lebih efektif, cepat, dan independen dibandingkan BLT dalam situasi di mana kebijakan moneter konvensional tidak lagi efektif, seperti saat suku bunga mendekati nol. Namun, implementasinya membutuhkan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan ketergantungan atau efek inflasi yang tidak terkendali.

Namun, ada risiko politisasi dan penyalahgunaan kebijakan ini. Tekanan politik dapat membuat bank sentral kehilangan independensinya jika kebijakan ini digunakan terlalu sering. Oleh karena itu, kebijakan transfer langsung harus dirancang sebagai langkah terakhir ketika kebijakan moneter konvensional tidak lagi efektif. Untuk memastikan hal ini, mandat BI dapat diperluas untuk mencakup penggunaan transfer langsung hanya dalam kondisi tertentu.

Untuk melaksanakan kebijakan ini, BI dapat memanfaatkan teknologi keuangan yang sudah berkembang di Indonesia. Sebagai contoh, pemerintah telah berhasil mendistribusikan bantuan sosial melalui aplikasi dan platform pembayaran digital seperti Gojek, OVO, dan Dana. BI dapat mengembangkan akun cadangan untuk setiap warga negara, yang dapat digunakan untuk mentransfer stimulus langsung. Akun ini dapat dilengkapi dengan kartu pembayaran yang memiliki batas waktu, mendorong penerima untuk segera membelanjakan dana tersebut. Studi menunjukkan bahwa mekanisme batas waktu dapat meningkatkan konsumsi dua kali lipat dibandingkan transfer tanpa batas waktu.

Beberapa negara telah menerapkan kebijakan ini dengan sukses. Korea Selatan, misalnya, menggunakan kartu pembayaran dengan batas waktu untuk mendorong konsumsi selama pandemi COVID-19. Hong Kong dan Irlandia Utara juga telah menggunakan kebijakan serupa dengan hasil yang positif. BI dapat mempelajari pengalaman ini untuk mengintegrasikan kebijakan transfer langsung ke dalam toolkit moneter sebelum krisis besar berikutnya terjadi.

Film “Mufasa: The Lion King” tayang di bioskop mulai hari ini

Film "Mufasa: The Lion King" tayang di bioskop mulai hari ini

Cuplikan adegan film “Mufasa: The Lion King”. (ANTARA/HO-Disney Indonesia)

Menyambut masa liburan akhir tahun, The Walt Disney Studios merilis film “Mufasa: The Lion King” yang tayang serentak di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu (18/12).

Menurut keterangan resmi di Jakarta, Rabu, film “Mufasa: The Lion King” disutradarai oleh pemenang Academy Award Barry Jenkins. Film ini merupakan prekuel dari kisah film “The Lion King” yang menceritakan perjalanan Mufasa, seekor anak singa yatim piatu hingga menjadi salah satu raja paling dihormati.

Setelah terpisah dari kedua orang tuanya, Mufasa kecil yang kehilangan arah bertemu dengan Taka, seekor singa kecil keturunan raja. Keduanya kemudian memulai petualangan tak terlupakan bersama teman-teman yang mereka temui selama perjalanan, mengukir kisah baru yang menyenangkan hingga menghadapi berbagai ujian yang mengancam hubungan mereka.

Film “Mufasa: The Lion King” menyuguhkan kisah karakter ikonik Mufasa lewat perspektif yang berbeda, serta lebih dekat. Dikenal sebagai sosok raja yang bijak, perjalanan Mufasa jauh dari kata mudah.

Ia tidak punya keluarga ataupun tahta. Namun, berbekal kepercayaan dan sedikit keberuntungan, Mufasa dipertemukan dengan keluarga barunya, yang kemudian mengajarkan ia tentang kehidupan.

Film ini juga menampilkan lagu-lagu orisinal karya Lin-Manuel Miranda, yang diproduksi bersama Mark Mancina, skoring dari Dave Metzger, serta musik tambahan dan penampilan dari Lebo M.

“Musik ini memadukan karya Elton John dengan musik khas Afrika, yang sangat penting bagi saya. Untuk film ini, Lin-Manuel Miranda benar-benar memahami dan merangkul hal itu,” kata Barry.

Dia menambahkan, pihaknya mencoba menghadirkan kembali musik-musik dari film klasik “The Lion King”, lalu membawa energi dari Lebo M, penyanyi yang mengisi lagu di film tersebut.

“Mufasa: The Lion King” akan menampilkan tujuh lagu baru yang membawa penonton lebih dalam lagi ke dalam perjalanan Mufasa,” ujarnya.

Kemlu sebut tidak ada WNI jadi korban gempa Vanuatu

Kemlu sebut tidak ada WNI jadi korban gempa Vanuatu

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa

Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa di Vanuatu.

“Hingga saat ini tidak ada informasi WNI yang menjadi korban gempa (di Vanuatu),” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Judha Nugraha saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Rabu.

Judha mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, yang memiliki akreditasi di Vanuatu, telah berkoordinasi dengan otoritas Vanuatu dan berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia yang berada di sana.

KBRI Canberra mencatat terdapat 48 WNI yang berada di Vanuatu, yang mayoritas di antaranya bekerja sebagai awak kapal.

Judha menuturkan bahwa Kemlu RI dan KBRI Canberra akan terus memonitor dampak yang ditimbulkan akibat gempa di Vanuatu.

Gempa dengan magnitudo 7.3 melanda Vanuatu pada Selasa (17/12) pada pukul 12.51 siang waktu setempat.

Menurut otoritas Vanuatu, kerusakan terparah akibat gempa terjadi di Ibu Kota Port Vila dan hingga saat ini, Rabu (18/12), terdapat 14 korban jiwa dan lebih dari 200 korban luka.

BPBD: Tiga RT di Pluit terendam banjir rob 20-50 cm pada Rabu sore

BPBD: Tiga RT di Pluit terendam banjir rob 20-50 cm pada Rabu sore

Banjir rob merendam Jalan RE Martadinata Ancol telatnya di depan Jakarta International Stadium pada Rabu (18/12/2024) ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat tiga RT di Kelurahan Pluit Penjaringan Jakarta Utara terendam banjir rob dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 50 centimeter (cm) pada Rabu sore.

“Informasi terkini hingga pukul 15.00 WIB ada tiga RT di Jakarta Utara yang terendam banjir,” kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi akibat meluapnya air laut ke daratan ini.

Sebelumnya banjir juga merendam satu RT di Kelurahan Pluit dan dua RT di Marunda Cilincing tapi hingga saat ini air sudah surut.

Begitu juga Jalan RE Martadinata (di depan Jakarta International Stadium/ JIS), Kelurahan Papanggo Tanjung Priok sempat terendam banjir rob. Kondisi terkini genangan di kawasan tersebut sudah mulai surut.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan senantiasa berkoordinasi dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat, juga camat, dan lurah setempat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata dia

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

“Dalam keadaan darurat, segera menghubungi petugas di nomor 112 yang beroperasi selama 24 jam non-stop,” kata dia.

Dokter menekankan pentingnya mewaspadai sakit kepala hebat

Dokter menekankan pentingnya mewaspadai sakit kepala hebat

Ilustrasi – Orang sakit kepala. ANTARA/Pexels-Andrea Piacquadio/pri.

Dokter spesialis syaraf menekankan pentingnya mewaspadai sakit kepala hebat, yang mungkin muncul karena pelebaran pembuluh darah otak atau stroke, gangguan pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

“Ada istilah yang disebut the worst headache of my life, jadi kalau nyeri kepala hebat yang tidak seperti biasanya, itu harus dianggap bukan nyeri kepala biasa,” kata Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S (K) saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dokter lulusan Universitas Indonesia yang berpraktik di Rumah Sakit Atma Jaya itu menyampaikan bahwa ada dua jenis sakit kepala yang tidak biasa, yakni sakit kepala spontan dengan intensitas rasa sakit amat tinggi serta sakit kepala sakit kepala disertai gangguan neurologis spesifik.

Menurut dia, sakit kepala yang muncul secara spontan dengan intensitas rasa sakit amat tinggi dikhawatirkan terjadi karena stroke atau aneurisme, pembuluh darah yang mengembang.

Gejala sakit kepala yang dapat dicurigai terjadi akibat pecahnya pembuluh darah pada otak meliputi gejala lokal berupa adanya darah yang keluar dari pembuluh darah di lokasi yang spesifik.

“Misalnya pecahnya mengenai pusat penglihatan, jelas gejala awalnya pasien mengeluh penglihatan kabur, atau kalau pecah dipusat bicara, tentu tidak bisa bicara. Kalau kenanya di pusat motorik tiba-tiba dia lumpuh,” kata Prof. Yuda.

Selain itu, ia melanjutkan, ada pula gejala yang tidak bisa ditentukan lokasi asalnya maupun tingkat pendarahannya.

“Dimanapun letaknya, kalau darahnya banyak pasti kesadaran menurun. Jadi, gejalanya apa, itu tergantung volume besarnya. Bisa dari sakit kepala sampai kesadaran menurun, kedua tergantung lokasi, bisa menimbulkan gejala spesifik mulai dari gangguan motorik,” ia menjelaskan.

Sakit kepala yang disertai dengan gangguan neurologis spesifik misalnya sakit kepala yang dirasa membuat penglihatan menjadi berbayang.

Menurut Prof. Yuda, dalam hal ini penderita bisa pula merasakan kesemutan atau kelemahan pada salah satu sisi kepala sehingga merasa terganggu ketika menelan makanan.

Ia mengatakan bahwa obat pereda nyeri tidak efektif digunakan untuk mengatasi sakit kepala yang hebat. Pereda nyeri hanya bisa mengurangi gejala, tidak mengatasi penyebabnya.

“Obat nyeri kepala itu obat yang simtomatik, hanya mengurangi keluhan. Tapi, kalau seseorang mengalami nyeri kepala yang hebat tidak seperti biasanya, terlepas dari pertolongan pertama mengurangi nyeri, dia harus peduli bahwa itu ada sesuatu di kepala,” katanya.

Partai Demokrat akan kaji wacana kepala daerah dipilih DPRD

Partai Demokrat akan kaji wacana kepala daerah dipilih DPRD

Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya (kiri) saat menerima penghargaan dari Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro di Jakarta, Selasa (17/12/2024). ANTARA/HO-Komisi Informasi Pusat/pri.

 Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan bahwa partainya akan mengkaji wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan melalui pemilihan langsung seperti dalam Pilkada 2024.

“Akan dikaji, didalami, tetapi semua tentu untuk kebaikan demokrasi di Indonesia,” kata Teuku ditemui usai menghadiri acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 di Jakarta, Selasa (17/12) malam.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Partai Demokrat akan berkomunikasi dengan partai lain di koalisi pemerintahan, serta mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Akan tetapi, tentu yang harus dijaga ya demokrasi itu sendiri karena memang ada pro kontra. Itu semua harus kami dengarkan,”ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa keputusan mengenai wacana kepala daerah dipilih DPRD akan bergantung kepada pimpinan partainya.

“Kalau semua kebijakan di Partai Demokrat itu kan tentu di ketua umum (Agus Harimurti Yudhoyono), dan hal-hal yang sangat strategis itu juga ada di ketua majelis tinggi kami, yaitu Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dengan anggota majelis tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kondisi masa kini dengan masa pemerintahan SBY yang menolak pilkada lewat DPRD, dia mengatakan Partai Demokrat masih melihat situasi saat ini.

“Ya mari kita coba lihat bagaimana situasi hari ini, dan situasi yang lalu. Mungkin kan setiap masa berbeda kebutuhan masyarakat itu,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD muncul, usai Presiden Prabowo Subianto menyinggung sistem politik di Indonesia yang dinilai mahal dan tidak efisien bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

“Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih, ya sudah DPRD itu milih gubernur, milih bupati. Efisien, enggak keluar duit, keluar duit, keluar duit, kayak kita,” kata Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara HUT Ke-60 Partai Golkar, di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Adapun pada 2 Oktober 2014, SBY saat masih menjabat sebagai Presiden menandatangani dua peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait dengan pilkada tidak langsung yang rancangan undang-undangnya telah disetujui DPR untuk menjadi UU Pilkada.

Menurut SBY, penandatanganan kedua perppu tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata perjuangan dirinya bersama-sama dengan rakyat Indonesia untuk memperjuangkan pelaksanaan pilkada langsung dengan perbaikan-perbaikan mendasar.

“Izinkan saya berikhtiar demi kedaulatan rakyat dan demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” kata SBY.