Apakah Timnas Uzbekistan U-17 Dituduh Lakukan Rekayasa Umur seperti Korea Utara U-17 di Piala Asia U-17 2025?

Apakah Timnas Uzbekistan U-17 Dituduh Lakukan Rekayasa Umur seperti Korea Utara U-17 di Piala Asia U-17 2025?

Skuad Timnas Uzbekistan U-17 di Piala Asia U-17 2025 memiliki tinggi menjulang.

 Timnas Uzbekistan U-17 
dituduh melakukan rekayasa umur seperti Korea Utara U-17 di Piala Asia 2025? Pertanyaan ini muncul setelah sebelumnya Timnas Korea Utara U-17 mendapatkan tuduhan serupa dari beberapa pihak.

Di gelaran Piala Asia U-17 2025, telah muncul berbagai tudingan terkait dugaan pemalsuan usia pemain. Salah satunya mengarah kepada skuad Korea Utara U-17 yang di babak perempatfinal membantai Timnas Indonesia U-17 dengan skor 6-0.

Skuad Korea Utara U-17 di Piala Asia U-17 2025 menjadi sorotan sejumlah netizen Indonesia. Sebab,  fisik beberapa pemainnya dianggap tidak wajar untuk kelompok usia di bawah 17 tahun. 

1. Timnas Uzbekistan U-17 Juga Dituduh Lakukan Rekayasa Umur seperti Korea Utara U-17 di Piala Asia 2025?

Jika dibandingkan dengan Korea Utara U-17, para pemain Uzbekistan U-17 justru memiliki postur yang lebih mengesankan. Berdasarkan data dari situs resmi AFC, ada belasan pemain Uzbekistan yang memiliki tinggi badan lebih dari 180 sentimeter.

Dua pemain tertingginya adalah Nematulloh Rustamjonov dan Faridjon Abdullaev yang sama-sama tercatat memiliki tinggi 189 sentimeyer. Namun, Timnas Uzbekistan U-17 tidak dicurigai melakukan pencurian umur.

Selain tidak adanya protes atau tuduhan resmi yang ditujukan, sebagian bisa memaklumi kelebihan pemain Uzbekistan. Sebab, masyarakat negara pecahan Rusia ini pada umumnya punya postur tubuh tinggi meski masih muda. Terlebih, diketahui juga kualitas sepakbola Uzbekistan memang sudah maju, baik dari kelompok umur hingga senior.

2. Melaju ke Final Piala Asia U-17 2025

Timnas Uzbekistan U-17 berhasil melaju ke final Piala Asia U-17 2025. Kepastian didapat setelah mereka mengalahkan Timnas Korea Utara U-17 di semifinal Piala Asia U-17 2025.

Bermain di King Fahd Sports City Stadium, Taif, Arab Saudi, Jumat (18/4/2025) dini hari WIB, Timnas Uzbekistan U-17 menang meyakinkan dengan skor 3-0! Padahal, sebelumnya Timnas Korea Utara U-17 yang sempat diduga melakukan pencurian umur tampil impresif saat mencukur Timnas Indonesia U-17 6-0 di perempatfinal.

Pada laga final nanti, Timnas Uzbekistan U-17 sudah ditunggu tuan rumah Arab Saudi U-17. Sebelumnya, Arab Saudi U-17 menang adu penalti 3-1 atas Korea Selatan.

Menurut jadwal, laga final Piala Asia U-17 2025 bakal dilangsungkan di King Fahd Sports City Stadium, Taif, Arab Saudi, Minggu, 20 April 2025 pukul 22.00 WIB. Menarik ditunggu siapa di antara kedua yang bakal meraih gelar juara Piala Asia U-17 2025.

Jadi, terjawab sudah pertanyaan “Apakah Timnas Uzbekistan U-17 dituduh melakukan rekayasa umur seperti Korea Utara U-17 di Piala Asia 2025?” Jawabannya tidak ada pihak yang sementara ini menuduh Uzbekistan U-17 melakukan pencurian umur karena memang postur fisik orang di sana sangat bagus dan punya kualitas sepakbola mumpuni

https://calgaryelectioncandidates.com

Hasil Timnas Arab Saudi U-17 vs Korea Selatan U-17 di Semifinal Piala Asia U-17 2025: The Green Falcons Menang Adu Penalti!

Hasil Timnas Arab Saudi U-17 vs Korea Selatan U-17 di Semifinal Piala Asia U-17 2025: <i>The Green Falcons</i> Menang Adu Penalti!

Timnas Arab Saudi U-17 menang adu penalti 3-1 atas Timnas Korea Selatan U-17 usai imbang 1-1 di waktu normal

 Hasil Timnas Arab Saudi U-17 vs Timnas Korea Selatan U-17 di semifinal Piala Asia U-17 2025 
sudah diketahui. Laga di Stadion Okaz, Taif, Arab Saudi, Kamis (17/4/2025) malam WIB, itu berakhir dengan skor 1-1. Lalu di babak adu penalti, The Green Falcons menang 3-1.

Gol tunggal dicetak oleh Oh Ha-ram di menit ke-45. Sementara itu, Arab Saudi mencetak gol dramatis di menit ke-12 injury time via penalti Abubaker Saaed. Di babak tos-tosan, mereka menang 3-1.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Korea Selatan langsung tampil menekan. Baru dua menit, Jung Hui-seop mengancam lewat sundulannya dari jarak dekat. Sayangnya, bola masih melambung dari gawang Abdulrahman Al Otaibi.

Setelah itu laga berjalan datar. Peluang lagi baru datang di menit ke-19 kala tembakan jarak jauh Abdulrahman Sufyani melenceng jauh dari target. Hal serupa terjadi pada peluang Adel Hibah di menit ke-21.

Sementara, aksi Kim Eun-song bisa diakhiri tembakan di menit ke-22 tetapi diselamatkan Al Otaibi. Kans didapat lagi oleh Sufyani di menit ke-25 namun kali ini bola bisa diamankan kiper Park Do-hun.

Menit 32, Korsel mengancam lewat kaki Park Seo-joon tetapi bisa ditepis Al Otaibi. Di lima menit akhir laga, Arab Saudi memperoleh sejumlah peluang tetapi semuanya gagal.

Gol yang dinanti akhirnya tercipta di penghujung babak pertama. Berawal dari situasi tendangan bebas, Oh sukses menceploskan bola ke gawang memanfaatkan kemelut. Skor 1-0 untuk Korsel saat rehat.

Babak Kedua

Permainan ketat kembali ditunjukan kedua tim sejak awal babak pertama. Arab Saudi U-17 ingin segera menyamakan kedudukan, sedangkan Korea Selatan U-17 berusaha memperlebar keunggulan.

https://agenciadenoticiascr.com

1 Orang Tewas Usai Bentrokan di Universitas Abulyatama, Polisi Ungkap Fakta Terbaru

1 Orang Tewas Usai Bentrokan di Universitas Abulyatama, Polisi Ungkap Fakta Terbaru

1 Orang Tewas Usai Bentrokan di Universitas Abulyatama, Polisi Ungkap Fakta Terbaru

Bentrokan terjadi di Universitas Abulyatama, Lampoh Keude, Aceh Besar, Aceh. Kamis (17/4), akibatnya satu orang tewas dalam peristiwa tersebut. Korban diketahui adalah Satgas Abulyatama Aceh beranama Wahidin (50).

Namun pihak kepolisian membantah penyebab meninggalnya Wahidin adalah akibat kekerasan saat bentrokan di Universitas Abulyatama.

Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama menjelaskan, berdasarkan keterangan dokter, hasil pemeriksaan sementara korban tidak ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul atau sejenisnya.

“Bukan (kekerasan), nggak ada itu,” kata Kasat Reskrim, Kompol Fadillah Aditya Pratama, dikutip dari Situs Humas Polresta Banda Aceh, Jumat (18/4/2025).

Fadilah menjelaskan, korban tiba di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri, namun setelah dilakukan EKG (elektrokardiogram) korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Awalnya, sekitar pukul pukul 11.20 WIB korban dibawa dalam keadaan tidak sadarkan diri, denyut nadinya tidak teraba, napas tidak ada dan tekanan darah tidak terbaca. Setelah dilakukan pengecekan tekanan darah dan saturasi tidak terbaca, serta tubuh korban dingin, pasien dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya, atas permintaan keluarga, korban dipulangkan ke rumah duka yang beralamat di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

“Dari hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan luka maupun memar di bagian tubuh korban. Hanya didapat pasir di bagian kepala korban dan korban mengeluarkan air seni,” tandasnya.

Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi, mengatakan, bentrokan bermula saat kelompok orang tak dikenal itu pada Senin (14/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, masuk areal kampus. Mereka dikabarkan langsung menyerang salah satu petugas keamanan kampus, mengusir seluruh Satpam dan karyawan, serta merusak sejumlah fasilitas, seperti memotong kabel CCTV.

Eks Komisioner KPU Dengar Obrolan Uang Suap Harun Masiku Bersumber dari Hasto

Eks Komisioner KPU Dengar Obrolan Uang Suap Harun Masiku Bersumber dari Hasto

Eks Komisioner KPU Dengar Obrolan Uang Suap Harun Masiku Bersumber dari Hasto

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengklaim pernah mendengar percakapan yang membahas uang suap yang diterimanya berasal dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto.

Demikian diutarakan Wahyu saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI dan dugaan perintangan penyidikan dengan terdakwa Hasto Kristiyanto.

“Saudara saksi, mengenai sumber duit, apakah saudara  juga pernah mendengar orang menyatakan bahwa duit itu bersumber dari Pak Hasto?,” tanya Jaksa ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Siapa yang menyampaikan kepada saudara?,” tanya Jaksa lagi.

“Antara Donny dan Saeful,” timpal Wahyu.

Jaksa kemudian mencecar bagaimana proses penyampaian dan waktu dari hal tersebut. Wahyu mengaku, hal tersebut ia dengar dari percakapan antara Donny dan Saeful.

“Kapan itu?,”  tanya Jaksa.

“Pada waktu saya diamankan di KPK itu saya merokok, jadi pada waktu saya merokok, mereka ngobrol,” jawab Wahyu

6 Kajati Dimutasi, Eks Dirdik Jampidsus Jabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

6 Kajati Dimutasi, Eks Dirdik Jampidsus Jabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

Ilustrasi
Jaksa Agung, ST Burhanuddin melakukan mutasi terhadap enam Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati). Pergantian Kajati dilakukan lantaran mereka yang menduduki Kajati memasuki usia fungsional.

Hal itu dibenarkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar.
“Benar bahwa di kita ini ada mutasi ya. Beberapa kepala kejaksaan tinggi. Jadi, beberapa waktu yang lalu, beberapa kepala kejaksaan tinggi itu sudah memasuki usia fungsional 60 tahun, jadi tentu harus ada pergantian,” kata Harli kepada wartawan, Rabu (16/5/2025).

Posisi Kepala Kejaksaan Tinggi yang diganti, kata Harli, meliputi Kajati Aceh, Bengkulu, Lampung. Tiga lainnya yaitu Kepala Kajati Yogyakarta, Kalimantan Barat dan Jawa Timur.

Harli menjelaskan salah satu penjabat baru yang ditunjuk Jaksa Agung ialah Kuntadi. Kuntadi nantinya akan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Salah satunya, dulu Pak Kuntadi yang direktur penyidikan (Jampidsus Kejagung) dan sekarang Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” jelas Harli.

Kuntadi bakal menggantikan Kajati Jatim yang sebelumnya dijabat Mia Amiati yang memasuki masa pensiun. Penggantian tersebut Berdasarkan Surat Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia NOMOR : PRIN- 23 /A/JA/04/2025.

Adapun pelantikan enam Kajati baru itu akan dilakukan pada Rabu, 23 April 2025 pekan depan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

“Nanti rencananya tanggal 23 (April) pelantikan,” tandas Harli.

Daftar 6 Kajati yang dimutasi:

1. Kuntadi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur;

2. Yudi Triadi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh;

3. Danang Suryo Wibowo menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung;

4. Ahelya Abustam menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat;

5. Riono Budisantoso menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta;

6. Victor Antonius Saragih Sidabutar menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu;

https://nt-ameli.com

Legislator Partai Perindo Lam Marganda Silaban Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian di Humbang Hasundutan

Legislator Partai Perindo Lam Marganda Silaban Perjuangkan Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian di Humbang Hasundutan

Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan dari Partai Perindo, Lam Marganda Silaban mememperjuangkan pembangunan infrastruktur dan produktivitas pertanian.

Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dari Partai Perindo, Lam Marganda Silaban melakukan reses di dua desa sekaligus, Desa Hutasoit 1 dan Desa Sitio 2, Kecamatan Lintong Nihuta, Jumat (11/4/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Dalam sambutannya, Lam Marganda mengungkapkan rasa bahagia atas kehadiran dan kekompakan warga. Anggota Komisi I DPRD Humbahas ini menegaskan kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen menyerap dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Alumnus SMA Katolik Bintang Timur Balige dan Universitas Darma Agung ini memastikan seluruh aspirasi warga telah dicatat dan akan dibawa ke forum DPRD untuk diusulkan ke pemerintah kabupaten melalui dinas terkait.

“Kami akan sampaikan seluruh aspirasi ini ke Pemkab. Memang tidak semuanya bisa direalisasikan sekaligus, tapi kami akan upayakan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Sejumlah kebutuhan mendesak disampaikan warga Desa Sitio 2. Salah satunya terkait perbaikan saluran irigasi dari Embung Simarumbak-umbak, agar lahan persawahan dapat difungsikan secara optimal. Warga khawatir, jika tidak segera diperbaiki, produktivitas pertanian akan terus menurun.

Tak hanya itu, ancaman gagal panen akibat hama tikus, kondisi jalan protokol dari Simanjuntak hingga Sigarang-garang (Jalan Borsak Jungjungan) yang rusak, serta akses layanan BPJS Kesehatan menjadi catatan penting dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut.

Mewakili Dinas Kesehatan, Gunawan Sinaga yang hadir dalam reses tersebut menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kami siap melayani masyarakat baik melalui bidan desa, Puskesmas maupun rumah sakit selama BPJS-nya masih aktif. Tapi yang paling penting, mari kita jaga kesehatan bersama. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tuturnya

Perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan, serta Dinas Pertanian juga hadir dalam kegiatan tersebut. Kepala Desa Sitio 2, perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga turut antusias mengikuti jalannya acara.

Sementara itu, Kepala Desa Sitio 2, Bongot Silaban menyampaikan rasa terima kasih dan harapan besar kepada anggota legislatif Partai Perindo atau dikenal sebagai Partai Kita.

“Kami sangat optimistis Pak Lam Marganda Silaban mampu memperjuangkan apa yang kami butuhkan, supaya pembangunan di desa ini lebih maju dan sumber daya kami bisa berkembang,” katanya.

Arif Budimanta, Eks Stafsus Jokowi Diperiksa KPK Selama 10 Jam Sebagai Saksi Kasus LPEI 

Arif Budimanta, Eks Stafsus Jokowi Diperiksa KPK Selama 10 Jam Sebagai Saksi Kasus LPEI 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI ke-7, Jokowi yakni Arif Budimanta sebagai saksi kasus tindak pidana korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pada Senin (14/4/2025).

“Saya belum terinformasi, nanti saya klarifikasi ya,” kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/4).

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan Arif Budimanta diperiksa kurang lebih 10 jam oleh penyidik komisi antirasuah itu.

“Ya saya pikir semua keterangan yang dibutuhkan akan ditanyakan oleh penyidik, tentunya 10 jam itu bukan waktu yang sedikit, berarti banyak materi yang perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan,” ujar Tessa.

Slot Dana

Kejagung Jemput Hakim Ketua Djuyamto Terkait Vonis Lepas Kasus Minyak Goreng

Kejagung Jemput Hakim Ketua Djuyamto Terkait Vonis Lepas Kasus Minyak Goreng

 Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan sedang menjemput satu hakim pemberi vonis onslag atau lepas dalam perkara Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO). Diketahui, satu hakim yang dimaksud merupakan Djuyamto yang merupakan hakim ketua dalam perkara tersebut. 

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar menyatakan, upaya jemput dilakukan lantaran yang bersangkutan tak kunjung tiba di kantor Kejagung. 

“Sudah kita tunggu sampai malam ini dan berdasarkan informasi, penyidik sedang melakukan penjemputan,” kata Harli di Gedung Kejagung, Minggu (13/4/2025). 

Berdasarkan informasi yang ia terima, yang bersangkutan sempat mendatangi kantor Kejagung pada Minggu dini hari tadi. “Kita hanya mendapat info yang datang ke kantor. Tetapi tidak terinformasi ke penyidik,” ujarnya. 

Sementara itu, dua hakim anggota yakni Agam Syarif Baharuddin dan Ali Muhtarom hingga kini masih menjalani pemeriksaan. “Saat ini, kedua orang tersebut masih terus diperiksa secara intensif untuk digali bagaimana keterkaitan yang bersangkutan terhadap perkara ini,” ucapnya.

Ladangtoto Login

Prabowo Diminta Hati-Hati Jika Evakuasi Warga Gaza: Realitas Geopolitik Palestina Tak Sederhana

Prabowo Diminta Hati-Hati Jika Evakuasi Warga Gaza: Realitas Geopolitik Palestina Tak Sederhana

Wacana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Palestina dinilai keputusan yang akan membahayakan diplomasi Indonesia ke depan. Niat baik dari pemerintah bahkan dikhawatirkan menjadi langkah ceroboh yang mengabaikan masalah dalam negeri.

Demikian disampaikan pengamat hukum dan politik Dr. Pieter C. Zulkifli, SH., MH., dalam catatan analisisnya. Menurutnya, pemerintah lebih bijak membenahi ‘rumah sendiri’ sebelum menjadi pahlawan bagi dunia selama  1 dari 10 orang Indonesia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem.

“Solidaritas yang tak terukur bisa menjadi pengkhianatan terhadap mandat konstitusi untuk mensejahterakan rakyat sendiri,” kata Pieter Zulkifli dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 12 April 2025.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga menilai bila gagasan Presiden Prabowo itu memantik sejumlah pertanyaan kritis sekalipun terlihat mulia di permukaan. Dia bahkan mempertanyakan seberapa realistis rencana tersebut dan bagaimana implikasi strategisnya bagi Indonesia.

Apalagi, Presiden Prabowo menyampaikan wacana utu dengan semangat kemanusiaan dan mengutip amanat konstitusi bahwa Indonesia harus aktif dalam menciptakan ketertiban dunia. 

“Namun, niat baik saja tidak cukup. Realitas geopolitik Gaza jauh dari sederhana,” ucapnya.

Pieter Zulkifli mengingatkan bila wilayah Gaza dikepung ketat oleh Israel, baik dari sisi darat, laut, maupun udara, dengan kontrol perbatasan yang sebagian besar berada di tangan Mesir dan Israel. Tanpa koordinasi dan kesepakatan diplomatik yang matang, maka evakuasi semacam itu sulit diwujudkan, bahkan terkesan utopis.

“Pertanyaannya, apakah Indonesia telah menjalin negosiasi konkret dengan otoritas terkait, terutama Mesir dan Israel? Jika tidak, gagasan ini berisiko jatuh ke dalam ranah retorika belaka. Bahkan negara-negara Arab sekalipun yang memiliki kedekatan budaya dan historis dengan Palestina, tidak serta merta bersedia menerima pengungsi Gaza,” katanya.

Tak hanya itu, Pieter Zulkifli menyatakan bila respons masyarakat terkait wacana ini terbelah. Ada yang mengapresiasi semangat solidaritas yang ditunjukkan Prabowo, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi, relevansi, dan motif politik di baliknya.

Bet777

KPK Sebut Ada Perpindahan Uang Buat Suap di Pertemuan Djoko Tjandra dan Harun Masiku di Malaysia

KPK Sebut Ada Perpindahan Uang Buat Suap di Pertemuan Djoko Tjandra dan Harun Masiku di Malaysia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Djoko Soegiarto Tjandra untuk mendalami pertemuannya dengan Harun Masiku di Kuala Lumpur, Malaysia. Adapun Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR 2019-2024.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu menduga pertemuan mereka berdua ada kaitannya dengan uang yang akan digunakan untuk suap. 

“Kami menduga bahwa ada di sana perpindahan sejumlah uang yang nanti uang ini akan digunakan untuk suap,” kata Asep dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (11/4/2025).

Pasalnya secara finansial, KPK menyakini Harun tak memiliki banyak uang untuk melakukan praktik suap. Sedangkan uang suap senilai Rp400 juta diduga berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Jadi kalau kita profiling secara ekonomi, dia tidak memliki kemampuan ekonomi. Kemudian berangkat dari sana penyidik bertanya, ini uangnya dari mana? Yang Rp 400 juta sudah kita ketahui yang sekarang sudah disidangkan dari pak HK, diduga dari sana,” katanya.

“Selebihnya kalau tidak salah Rp800 juta sampai Rp1 M ya untuk suapnya itu, ini dari mana, yang selebihnya. Dugaan kami ada pertemuan lah di KL beberapa saat sebelum terjadinya peristiwa suap. Antara sodara DJ dengan HM,” imbuhnya.

Sebelumnya, Djoko Soegiarto Tjandra diperiksa KPK perihal tersangka Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah pada Rabu (9/4/2025). Adapun yang bersangkutan keluar dari gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.21 WIB.
 
Dalam pemeriksaan sebagai saksi dia mengaku hanya berbincang-bincang santai dengan tim penyidik KPK. “Hanya ngobrol santai aja, nggak ada apa-apa,” kata Djoko usai pemeriksaan.

Dirinya pun menegaskan tak mengenal sama sekali dengan sosok Harun Masiku yang merupakan caleg PDI Perjuangan. Maka dari itu dia tak mengetahui keberadaan Harun yang kini tengah menjadi buronan KPK.

Sebelumnya, Djoko Soegiarto Tjandra diperiksa KPK perihal tersangka Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah pada Rabu (9/4/2025). Adapun yang bersangkutan keluar dari gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.21 WIB.
 
Dalam pemeriksaan sebagai saksi dia mengaku hanya berbincang-bincang santai dengan tim penyidik KPK. “Hanya ngobrol santai aja, nggak ada apa-apa,” kata Djoko usai pemeriksaan.

Dirinya pun menegaskan tak mengenal sama sekali dengan sosok Harun Masiku yang merupakan caleg PDI Perjuangan. Maka dari itu dia tak mengetahui keberadaan Harun yang kini tengah menjadi buronan KPK.

“Mana tau (Harun ada di mana), saya nggak kenal kok,” ucapnya.

Pada kesempatan itu dia juga membatah telah membantu pelarian Harun Masiku ke Singapura. “Ya gak betul, kenal aja nggak, gimana bantu,” tuturnya.

Slot1000