
Seorang relawan pemadam kebakaran bernama Jefri (24) mengalami cedera mata akibat terkena lemparan sambal kacang saat berupaya memadamkan kebakaran di Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin.
Petugas medis Palang Merah Indonesia (PMI) Jakbar Rafael Lercias menyebut lemparan sambal kacang itu berawal dari warga yang panik saat kebakaran terjadi.
“Nah di situ warga rusuh, warga chaos. Kemudian, warga melemparkan semua barang dagangannya dan salah satu warga ada yang melempar barang dagangannya, yaitu nasi uduk. Jadi semua nasi, orek, dan segala macam sampai akhirnya sambal kacang itu pun dilempar,” kata Rafael di lokasi, Senin.
Beberapa petugas terkena lemparan sambal pada bagian badan, sementara Jefri terkena pada bagian mata.
“Untuk anggota yang lainnya itu terkena di seragam tapi dianya itu terkena di muka. Lalu matanya itu perih, merah, dan bengkak,” ujar Rafael.
Petugas medis PMI Jakbar pun segera melakukan penanganan. “Dilakukan tindakan kompres dan cuci matanya biar enggak kepedasan,” imbuh Rafael.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terbaru Jefri tersebut.
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat menyebutkan sebanyak delapan orang warga mengalami cedera akibat kebakaran yang melanda puluhan rumah di Duri Utara, Tambora, Senin.
“Empat orang mengalami luka robek di bagian tangan dan kaki, langsung kami bersihkan, diberi antiseptik, lalu dibalut. Satu orang mengalami luka di bagian mata, dan dua lainnya mengalami dislokasi. Keduanya kami rujuk ke RS Tarakan dan Puskesmas Tambora,” ujar Ketua PMI Jakarta Barat Beky Mardani di lokasi, Senin.
Pihaknya pun menerjunkan tiga unit mobil ambulans untuk menyediakan layanan kesehatan bagi para korban kebakaran.
“Dua unit ambulans, ditambah satu unit ambulans dari PMI Kota Jakarta Pusat,” kata Beky.
Selain layanan medis, lanjut dia, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan logistik para korban kebakaran.
Diketahui, 86 unit rumah ludes terbakar dengan sekitar 100 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.